Sabtu, 24 April 2010

daging, cakar, dan mimpi

aku membayangkan berubah menjadi hewan
tumbuh deretan gigi taring di rahangku
dan cakar setajam pedang di jari
bulu bulu kasar menutupi seluruh tubuhku, seluruh muka
rasanya seperti mabuk. tubuhku bergerak sendiri
ekstasi menyeruak, kepalaku terasa panas
belum pernah aku merasakan seperti ini
rasanya seperti terjebak di ruang bawah tanah selama puluhan tahun dan terbebas
aku tertawa
bukan tawa manusia, lebih seperti tawa setan
aku lari
lari sekencang kencangnya
aku tak pernah lari seperti ini sebelumnya, tidak dengan kecepatan ini
menerobos pepohonan hutan laksana laskar menyembur medan
dinginya angin malam menampar wajah
kutinggalkan bekas cakarku disana sini sambil melolong
sungguh demi tuhan akan aku berikan apapun untuk bisa terus seperti ini
menjadi buas dan tenggelam dalam gelapnya malam
dalam mimpi mati para elang dan serigala gunung
tentang pesta daging dan hantu hutan

Senin, 22 Maret 2010

Musium Seratus Mata Ikan

di museum seratus mata ikan
aku melihat tubuh tubuh telanjang
yang menari dalam keremangan
dengan cawat terbakar yang membelit

anak anak dan janin ikan
mereka terbujur menggigil
di ujung garis horizon
dimana tiga matahari tenggelamm

dan aku memanggil mereka
yang terkurung dalam kristal es
menutup mata
menutup telinga

mereka yang terus mengoceh
dalam bahasa yang hanya bisa..
di mengerti angin timur
dan dedaunan yang tertidur