gw pernah ngeliat kucing. terlindas angkot, angkotnya kaya ngelewatin udara kosong, ga kerasa apa apa, ga kerasa ada gundukan atau apapun, dia cuma lewat begitu aja, tapi setelahnya kucing itu langsung kejang kejang, dia loncat loncat, dari mulutnya muncrat darah, semuanya seperti melambat, antara ngeri dan kagum gw ngeliatin kucing itu, padahal gw ga mau ngeliatnya, tapi entah kenapa gw ngerasa gw bakal ngelewatin sesuatu kalau ga liat dia. dan benar emang. gw liat, rasanya kaya dalam gerak lambat. kucing itu kejang kejang, mungkin lebih tepatnya seperti menari. bukan tarian yang bisa kucing lakukan dalam keadaan normal, lebih seperti tarian sekarat, tarian orang mati, tarian kejang mungkin. di sekelilingnya darah segar bermuncratan, terbang, berkilauan, menambah epiknya panggung orang mati ini.
cih persetan orang bilang. siapa bilang kau tidak bisa menemukan kekaguman dari kengerian? siapa bilang kau tidak bisa meliahat keindahan dari rasa jijik, baik dan buruk itu persepsi. jangan salah paham tentang gw, tapi entah kenapa gw sedikit menikmati pertunjukan ini. dan pertunjukan ini terus berlangsung, sang penari terus menarikan tarianya sembari mengikis nyawanya sendiri.dan itu dia pertunjukanpun berakhir dengan sang penari mencabut nyawanya sendiri. pertunjukan selesai, tirai di tutup dan lampu dimatikan, tepuk tangan kosong menggema di seluruh ruangan.
gw pun ngerasa kaya terlempar, jauh keluar dari semua fatamorgana ini, dan ditarik balik masuk ketubuh gw sendiri, dan gw ngerasa kaya 'wow apa itu tadi' semuanya jadi kaya kembali normal orang orang lewat, dan kucing di tanah, berdarah, ga bergerak.orang orang yg tadi sempet diam karena kaget ngeliat kejadian ini sekarang udah kembali, berjalan balik ke kehidupan normal mereka. sementara gw sendiri masih diam di tempat gw berdiri tadi, gw liat sekeliling gw. orang orang lewat lalu lalang, ga
ada yg memperdulikan kucing yg sekarat ini, mereka semua buang muka, entah karena jijik atau mungkin sama sekali ga peduli. ckck.. malang sekali nasib mu pak kucing. ga ada siapapun yang peduli terhadap kematian mu.
gw balik ngeliat ke kucing itu. matanya ngelirik ke gw, mata hampa dan kosong. dari mata hitam yg udah ga bersinar itu, terpancar kebeneran yg semu. pada akhirnya wajah dunialah yg gw liat. masyarakat kita ini sudah jatuh kedalam keterpurukan moral, tiap hari orang orang sekarat di jalanan, dan ga ada seorang pun yg peduli. bumi kita rusak. sakit oleh penyakit yg dinamakan keserakahan dan ketidak pedulian. rakyatnya menangis dan berteriak, sementara para pemimpin mereka menari nari diatas kepala mereka, manusia sejak awal diciptakan sudah saling membunuh dan membuat kerusakan,
gw bangun dan sadar gw bakal jadi salah satu dari mereka, kita lahir di zaman yang edan, era keterpurukan. tiap hari gw liat berita di tv, pembunuhan, pemerkosaan, pengerusakan, perkelahian, korupsi, perang, ga ada habisnya. seakan akan tiap hari semuanya jadi bertambah gelap, tiap hari gw tonton semua itu.
mereka yg dibawah menangis, berteriak, sekarat dan minta tolong, sementara mereka yg diatas tertawa menonton semua itu, dan ajaibnya setelah melihat semua itu gw ga ngerasain apa apa, kosong, ga ada sedih, ga ada marah, hanya masa bodoh yg ada. seperti yg gw bilang tadi kawan 'moral'.
kita, gw, adalah generasi yg lahir di zaman yg edan, dan tumbuh di era keterpurukan, semua hal itu udah menjadi hal biasa bagi kami, ga ada yg spesial. moral, adalah hal yg semu buat gw. dia buat kami seperti asap, ga bakal bisa kau sentuh, sekuat apapun lw berusaha untuk mendekapnya, mencoba memahaminya, dia hanya akan hilang, musnah seperti asap
sebagai remaja gw bingung. gw jijik, menyadari kenyataan gw bakal tumbuh menjadi salah satu dari orang orang itu. terus
terang gw ga mau. tentu saja gw ga mau semua ini terjadi, gw mau keadaan ini berubah. tapi terus gw sadar apa yg bisa kita
lakukan? selama ini yg kita lakukan cuma bersenang senang, menghabiskan uang orang tua kita, kita telah tumbuh menjadi
generasi pemalas, apa yang bisa dibanggakan dari itu? ya Allah bakal jadi apa kita ketika besar nanti?
menyadari hal ini gw jadi ragu dan sangsi akan masa depan gw sendiri.**
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar